Kenangan Sepanjang Masa

 

 

Tempat ini tak mungkin ini dilupakan, disini menyimpan seribu kenangan, getir, pahit, manis, dan kegembiraan. Dimana niat pertama untuk diazamkan, tiang dan pilar dipancangkan, batu bata disusun, gedek dan atap dipasang, serta benih-benih umat disebar dan ditanam. Itulah situs yang terletak 12 km di selatan kota Ponorogo.

Tahun 1986 adalah awal kisahnya, renungan perjalanan haji menuntut direkflesikan, jadilah kenyataan lima tahun kemudian. 17 Juli 1991, nyebut asmaNya “Bismillahi Allahu Akbar” maka Al-imanpun resmi bediri. Dimulai dengan modal keyakinan bahwa “In tansurullaha yansurkum wa yusabbit aqdamakum”, maka suasana komplek rumah KH. Mahfudz Hakiem-pun berubah seketika, dari rumah dan kost biasa menjadi kampus kecil pesantren baru yang memulai geliatnya.

Emperan rumah kyai, kamar anak kost, dan tanah kosong dibawah pohon bambu sekejap disulap mejadi kelas dadakan para santri. Tak jarang temapt belajar itu pindah terpaksa tatkala air hujan turun mengguyur. Militansi belajar santri perdana Al-Iman dan semanagat ustadz dan ustadzahnya semakin memberi keyakinan bahwa perjaungan ini harus diteruskan…, tak boleh pua sampai disini….

Pesantren masih seumur jagung ini tak pernah kecil hati, walau masih sempit dan sedikit tapi terus mensyukuri apa yang diberi. Kegigihan pendiri dan para anshornya saat itu telah menjadikan Al-Iman tetap diminati, walaupun mungkink kehadiran tidak mesti disukai. Cobaanpun datang….., kyai, keluarga dan santri menghadapi ujian berat yang tak pernah henti. Diniding-dinding kamar asrama Gandu telah menjadi saksi bisu. Haru membiru meliputi suasana yang tak karuan itu, tapi hati para santri tak pernah kau dan beku, justru mereka tetap harus berjibaku untuk meneruskan tujuan menuntut ilmu,…..dan itu di Pondokku Al-Imanku……….

Masa ujian sekarat telah lewat, muncul lagi kehendak Allah yang tak tahu apa maksudnya. Inilah percobaan terberat tapi semoga dibalik hikmah-Nya membaw manfaat. Gandu dan Bajang, tempat kegiatan santri Al-Iman selama dua tahun pertama akan diringgalkan. Seribu perasaan yang campur baurpun harus dipendam dan diganti dengan sabar, usaha, dan tawakkal. Betapa berat bangun dari impian indah yang telah susah payah dirajut semalaman, rasa enggan terus menggelayut, tapi apa boleh buat, kenyataan takdir harus dilakoni. Ingatlah wahai hamba Allah, kesabaran nabi Ibrahim melakoni titah Robbi menyembelih putranya sendiri.

27 Oktober 1993, episode baru bagi Gandu dan Bajang. Pesangrahan para santri yang sekian lama berbakti kepada ilahi lewat aluna suci dan gerakan jama’i. Bersenda gurau, berkelakar melepas penat dari belajar. Berkreasi di Lingkungan yang masih alami agar dapat mensyukuri anugrah ilahi. Berpadu satu dengan kyai dalam bimbingan yang sejati. Tapi hari ini, tempat ini akan melepas setengah penghuninya untuk hijrah ke tempat yang baru, tepatnya 24 km ke arah barat. Gandu dan Bajang hanya bisa pasrah, menatap  terpana kepergian laskar santri putra yang meninggalkannya. Selamat jalan santriku ke tempat baru, tapi jangan sekali engkau lupakan diriku…….

28 Juli 1995, tempat peraduan ini mengira adalah akhir hayatnya. Para santri putri yang masih setia selama dua tahun, pada akhirnya meniggalkan jua untuk selamanya. Sungguh berat kenyataan ini harus dihadapi, tapi takdir jua yang menuturi. Gandu sejak itu hanyalah teman setia bagi si-empunya (KH. Mahfudz Hakiem dan Hj. Siti qomariyah) dan para abdi dalemnya ( mbah yut pak de Kus, dan Yu Yani). Adapun bajang tetap memberi manfaat untuk kesejahteraan pondok dan ditempati beberapa santri yang mengurusinya. Baktinya tak pernah henti sampai saat ini, beeras yang dimakan santri, itu diprodukksinya sendiri. Sedang beberapa gedung asrama di tanah belakang Gandu, kini sudah runtuh tinggal puing-puing. Sebagian kayu dan batanya sudah membalut gedung-gedung di ;pondok putri, bahkan tanahnya telah penuh sesak ditumbuhi pohon jati tanduran ustadz Imam Bajuri.

Gandu dan Bajang masih memberi sumbangasihnnya untuk pondok Al-Iman tercinta, walaupun letaknya ada diseberang sana tapi wujudnya ada dipeluk mata. Semoga Allah memberkahi tempat yang paling berjasa dalam perjuangan pondok ini, dan ia tak lepas dari lubuk hati dan sanubari………… Aamiin.[ ]