Mengaji adalah kata yang tak asing di telinga kita , tapi mengaji di pagi hari sangat jarang  orang melakukannya. Karena apabila fajar menyingsing suasana mulailah bising dan kesibukan akan menguasai dan menjadi lebih penting. Tapi tak demikian halnya dengan ustad/dzah di al-iman, Permulaan hari di buka dengan mengaji kitab suci ‘uqudu llijaini selepas sholat shubuh bersama dengan bapak kyai ust KH. Imam Bajuri. Di lain waktu para ustad/dzh al iman pun mengkaji kitab yang berbeda dengan bapak kyai yaitu nashoihul ibad setiap malam ahad setelah sholat isya’.

 

   Dengan mengaji kitab kuning, kami mengerti bahwa syariat-syariat islam memang pedoman dan petunjuk. Dengan mengkaji kitab kuning kami bisa menjaga diri kami entah itu dari segi spiritualitas, kualitas ilmu, perilaku dan lain sebagainya yang berkaitan dengan potensi kehambaan kepada Allah SWT. Dan yang terpenting dari semua itu adalah akhlak. Akhlak adalah hal pertama kali yang harus di perhatikan oleh murobbi/yah. Sehingga ketika seseorang menjadi guru wajib baginya untuk menjaga diri dari perilaku yang tercela. Karena guru adalah uswah hasanah bagi para murid. Karena seperti kata pepatah arab.

 

 

حيث يكون الدرّس تكون المدرسة