Pengembangan Program KMI

Sebagai lembaga yang mengurus ranah pendidikan dan pengajaran di Podok Pesantren Al-Iman, Kulliyatu-l-Mu’alimin/Mu’alimat Al-Islamiyah senantiasa bergerak dinamis meningkatkan kinerja dan pengembangan guru serta program-program KMI lainnya, melalui pemberian wawasan (open mind), bimbingan (konseling), pengawasan (control), dan kedislipinan. Sehingga kualitas pendidikan di masa mendatang akan memperoleh hasil yang diharapkan.

Dibawah kepemimpinan dwi tunggal ustad H. Iman Nur Hidayat, MA dan ustadzah Hj. Saiyah Umma Taqwa, MA . KMI putra dan putri senantiasa istiqomah mempertahankan nilai-nilai ke-KMI-an yang luhur demi mencetak tenaga pendidik yang sejati. Melalui sejumlah programnya, baik harian, mingguan, bulanan, maupun tengah tahunan, KMI pondok pesantren Al-Iman terus menemukan jalannya untuk meraih tujuan dan kemajuan, berikut paparannya:

AKTIFITAS UTAMA

  • Supervisi Kelas dan Pengajaran

Untuk mencapai target pengajaran dan kualitas satuan pelajaran, KMI menjalankan supervisi kelas dan pengajaran. Kegiatan ini dijadikan tolok ukur kedisiplinan guru dalam mengajar melalui pengecekan kelas-kelas selama kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung untuk menghindari terjadinya “kelas tanpa guru”, yang merupakan penyelewengan amanah seperti yang selalu ditekankan KH. Mahfudz Hakim semasa hidup beliau. Tugas ini diemban sepenuhnya oleh Petugas Piket harian.

  • Pemeriksaan Persiapan Pengajaran

I’dad at-tadris merupakan salah satu penentu keberhasilan KBM, seperti dalam teori tarbiyah bahwa  modal utama berhasil tidaknya seorang guru dalam mengajar adalah i’dad atau persiapan pengajarnya. Karenanya menjadi tradisi, seluruh guru KMI wajib membuat i’dad dan dikoreksikan ke syaikh diwan atau guru senior, demi perbaikan dan kemajuan.

Didalam proses KBM, syaikh diwan melakukan observasi lapangan terhadap tindakan para guru di kelas untuk dievaluasi dan dibahas secara intensif di pertemuan guru. Hal ini dilakukan bukan untuk mencari-cari kesalahan tetapi untuk menciptakan profesionalitas guru yang berkualitas baik secara intelektual, loyalitas, dan berdedikasi tinggi.

  • Gerakan Tabkir (Masuk Kelas Tepat Waktu)

Semua kegiatan KMI di mulai dari pagi hari, oleh karena itu bagian kesiswaan rutin untuk mengontrol siswa ke asrama, masjid, kelas, kamar mandi, untuk menyegerakan siswa agar segera bergegas pergi ke kelas sebelum bel berbunyi pada pukul 07:00 WIB.

  • Belajar Malam Bersama Wali Kelas (Muwajjah)

Diantara keistimewaan balai pendidikan bersistem asrama adalah fleksibelitas, artinya semua aktifitas dapat diatur sesuai dengan situasi dan kondisi. Salah satunya adalah menempatkan waktu belajar yang efektif dan terkontrol. Dan malam hari ba’da isya dari pukul 08.00 s/d 10.00 adalah waktu yang tepat. Peluang ini digunakan untuk pengulangan materi yang telah disampaikan di pagi hari maupun materi yang belum disampaikan. Fungsinya adalah memberikan solusi terhadap kesulitan belajar santri dalam memahami ataupun menghafalkan pelajaran dan juga untuk mempererat ukhuwah islamiyah antara guru dan santri. Dan juga memberikan perhatian khusus kepada santri.

KEGIATAN MINGGUAN KMI

  • Musyawarah Guru KMI

Untuk menyamakan presepsi antar guru tentang kehidupan pondok, maka diadakan suatu pertemuan mingguan bersama dengan Pimpinan Pondok, Direktur/Direktris KMI, yayasan, dan staff dewan guru. Dalam musyawarah tersebut, selain membahas tantang informasi kehidupan pondok dan perkembangannya, juga adanya evaluasi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) selama satu minggu.

  • Persidangan (Bagian Kesiswaan)

“Disiplin itu pahit, tetapi lebih pahit apabila tidak ada disiplin”. Semboyan inilah yang selalu menjadi acuan bagian kesiswaan dalam menertibkan dan mendisiplinkan santri akan tetapi, masih banyak santri yang terlambat dengan alasan tertentu, tidak hadir (ghoib), dan tidur ketika jam pelajaran berlangsung. Maka persidangan tersebut diadakan sebagai peringatan kepada santri yang melanggar tata tertib yang telah ditentukan.

KEGIATAN TENGAH TAHUNAN KMI

  • Ulangan Umum (Muroja’ah Ammah)

Tujuan kegiatan ini adalah menciptakan miliu belajar yang kondusif, memacu pencapaian target pengajaran guru dan menambah motivasi belajar siswa. Pada semester pertama kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 22-25 September 2018 dan pada semester kedua dilaksanakan pada tanggal 25-28 Februari 2019. Diikuti oleh seluruh santri kelas I-VI untuk semester pertama, dan pada semester kedua hanya diikuti siswa kelas I-V saja. Materi yang diujikan adalah materi Dirosah Arabiyah wa islamiyah dan beberapa materi penunjang.

  • Semester (Ujian Pertengahan Tahun)

Evaluasi pembelajaran harus selalu diadakan untuk mengetahui seberapa jauh siswa dapat memahami pelajaran yang sudah disampaikan. Maka dari itu diadakanlah ujian tengah tahunan, yang diadakan setiap enam bulan sekali, di semester pertama dan di semester kedua.

KEGIATAN TAHUNAN KMI

  • Penerimaan Santri Baru 2018-2019

Setiap tahunnya Pondok Pesantren Al-Iman selalu membuka pendaftaran bagi para calon santri baru, kemudian para calon santri diarahkan untuk mengikuti ujian dengan materi sebagai berikut:

  1. Ujian lisan yang berupa Al-Qur’an, praktek ibadah, psikotes.
  2. Ujian tulis berupa berhitung, bahasa Indonesia, dan imla’.
  • Yudisium Kenaikan Kelas

Setelah usai Kegiatan Belajar Mengajar dan ujian akhir KMI diadakanlah yudisium siswa dalam rangka mengumumkan hasil ujian dan kenaikan kelas. Dalam kegiatan seluruh siswa kelas I-V dikumpulkan di satu tempat dan dipanggil namanya satu persatu untuk memasuki ruang sidang kelulusan yang bertempat di gedung Andalusia. Tahap awal diisi dengan pembacaan kriteria kelulusan dan diteruskan dengan mendengarkan wejangan-wejangan dari bapak pimpinan pondok, direktur/direktris KMI, dan guru senior. Adapun gelombangnya : Mumtaz, Jayyid Jiddan, Jayyid, Maqbul I, Maqbul II.

  • Peningkatan Kualitas Guru

Guru artinya “Digugu dan Ditiru”. Maksudnya perilaku dan peranan seorang gurulah

Suatu lembaga pendidikan itu akan menjadi ukurannya. Begitupun KMI Pondok Pesantren Al-Iman mengupayakan dan berusaha untuk lebih dalam hal peningkatan kualitas dan kuantitas guru. Karena sosok pendidik akan menjadi “Uswah” atau contoh bagi para murid-muridnya. Maka dari itu dilakukannya langkah dan program dengan tujuan untuk meningkatkan peranan serta kemajuan para guru di Pondok Pesantren Al-Iman. Berikut Diantaranya :

  • Ta’hil Mawad wa Thuruqut Tadris

Dalam usaha meningkatkan peranan dan kualitas guru KMI mengadakan ta’hil mawad wa thuruqut tadris yang tujuannya adalah memantapkan kembali pemahaman pelajaran methodologi pengajaran yang dimiliki oleh setiap guru sehingga benar-benar mahir, menguasai materi dan mampu menyampaikan materi yang akan mereka ajarkan kepada para santri. Kegiatan ini dilakukan secara berkala pada awal tahun ajaran  baik pada semester I maupun semester II dan dilanjutakan sesuai kebutuhan dibawah pantauan dari Direktur/tris KMI serta guru senior.

  • Orientasi Pengajaran

Acara ini digelar di setiap awal tahun ajaran, dengan tujuan menata kembali niatan beramal dan menyamakan persepsi dalam mengajar. Darinya kepastian langkah dalam memulai proses belajar-mengajar yang benar dapat dicapai. Pimpinan Pondok dan Direktur/tris KMI terjun langsung dalam men-taujih dan mengarahkan para guru senior, lama, ataupun yang baru agar ke depan kemajuan KMI dapat dicapai dengan kebersamaan dan kekompakan. Acara diakhiri dengan pembagian kartu jadwal mengajar selama satu semester pelajaran. 

  • Penataran Guru

Penataran ini diselenggarakan dalam rangka membekali para ustadz/ah KMI Al-Iman wa bil-khusus guru-guru baru dalam memulai pengabdiannya agar memiliki kesadaran dan kecakapan yang tinggi, wawasan yang luas, dan keterampilan mengajar yang memadai. Acara yang berlangsung di kampus Putri Babadan ini diikuti 35 guru baru dan beberapa guru lama, baik dari Al-Iman Putra dan Putri.

Adapun materi dalam penataran ini mencangkup : Ilmu Keguruan dan Strategi Belajar-Mengajar, Profesi Guru dan Keguruan, Petunjuk dan pedoman mengajar Al-Qur’an dan Imla’, Metode Pembelajaran Bahasa Arab dan Inggris, serta Dirasah Islamiyyah, Tujuan Tiap-tiap Mata Pelajaran, Bimbingan  Konseling, dan Evaluasi Hasil Belajar. Semua materi tersebut disampaikan oleh Pimpinan dan Direktur beserta para guru senior Kulliyatu-l-Mu’alimin Al-Islamiyyah Pondok Pesantren Al-Iman

  • Pembangunan Sarana Pengajaran & Kepustakaan

Buku referensi (rujukan) sangat penting sebagai penunjang dan pengembangan kurikulum.tapi, disamping itu sarana pengajaran pun juga harus diperhatikan guna mengangkat dan mengoptimalkan peran guru dalam mengajar. Maka dari itu, pengembangan sarana pengajaran dan kepustakaan merupakan satu agenda kerja KMI yang diprioritaskan dalam rangka memaksimalkan kinerja para guru dan mengembangkan kreatifitasnya sehingga para anak didik dapat dengan mudah menerima materi yang disampaikan oleh sang guru dengan detail dan pemahaman yang mantap.

  • Bimbingan dan Pengembangan Bagi Guru Pengajar Materi UN.

Disamping pengembangan dan peningkatan mutu KMI, pondok pesantren Al-Iman juga memperhatikan peningkatan amunisi bagi para dewan guru pengampu materi ujian nasional. Dalam hal ini pihak penanggungjawab madrasah baik tsanawiyah maupun aliyah telah menghadirkan salah satu tutor pembimbing bagi guru pengampu materi matematika. Diharapkan dengan adanya sintesa seperti ini dapat memberikan tambahan wacana dan perkembangan kepada para guru pengampu materi UN untuk lebih berkembang serta dapat memberikan yang terbaik kepada para anak didik.

 Sehingga hasilnya tidak hanya lulus ujian negara tetapi, transformasi keilmuan dan   pengetahuan juga terjadi baik dari pihak dalam lembaga Al-Iman maupun dari luar.

KURIKULUM DAN MATERI PEMBELAJARAN :

Kurikulum KMI merupakan perpaduan pendidikan dari beberapa kurikulum yang disusun menjadi satu, yaitu Kurikulum KMI Gontor, Madrasah Tsanawiya/Aliyah/SMK, dan Salafiyah. Berikut materi KMI Al-Iman secara garis besarnya :

Bahasa Arab, meliputi :  Al-Imla’, Tamrin Al-Lughoh, Al-Muthola’ah, An-Nahwu, Al-Sharf, Al-Balaghah, Tarikh Al-Adabu-l-Lughah, Al-Khat Al-Araby, Al-Muhadatsah, dan Al-Mahfudzat.

Dirasah Islamiyyah, meliputi :   Al-Qur’an, Tarjamah, Tafsir, Tajwid, Aqa’id, Hadits, Musthalah Hadits, Fiqh, Usulu Al-Fiqh, Faraidh, Din Al-Islami, Al-Adyan, Tarikh Al-Islam dan Al-Mantiq .

Bahasa Inggris , meliputi: English Lesson, Reading and Conversation, Grammar, Dictation, dan Composition

Kitab At-Turats, meliputi: Fathu-l-Mu’in, Nashohiul ‘Ibad, Kifayatul ‘Atqiya, Fathul Qorib, Ta’lim wa Muta’alim, Al-Jurumiyah, Al-Mutammimah, Tafsir Jalalain, Safinatu Najah, Akhlaqul Banin, Al-Washoya, Taisirul Kholaq, Ayyuhal Walad, Al-Usfuriyah, dll .

Ilmu Pengetahuan Sosial, meliputi :  Sejarah, Sosiologi-Antropologi, Ekonomi, Akuntansi, Geografi, PPkn, dan Bahasa Indonesia.

Ilmu Pengetahuan Alam, meliputi :  Fisika, Biologi, Matematika dan Teknologi Informatika.

Ilmu Keguruan, meliputi : At-Tarbiyah, wa Ta’lim, Metode Pengajaran, Ilmu Jiwa (Psikologi) dan Amaliyah Tadris (Praktek Mengajar)

Ketrampilan Kejuruan (Program SMK), meliputi : UKK (Uji Kompetensi Keahlian), Praktek menjahit, membuat pola, menghias busana, merancang ( desain) busana dan tehnik obras.

GURU PENGAJAR

          Guru-guru KMI sebagian besar terdiri dari alumni KMI Pondok Pesantren Al-Iman dan beberapa alumni KMI Darussalam Gontor. Sebagian guru Al-Iman yang Senior telah menyelesaikan studinya di beberapa Universitas lokal dan luar negeri, baik pada strata satu (S1) dan dua (S2), seperti Universitas Al-Azhar, Cairo, IPD ( sekarang UD ) Gontor, IAIN Serang, UNMER Ponorogo, INSURI Ponorogo, IKIP Malang, UNMUH Ponorogo, STAIN Ponorogo, STIKIP Ponorogo, UNIPA Surabaya dan lainnya.

Sedangkan sebagian besar guru yang masih muda disamping mengabdikan diri di pondok, mereka juga melanjutkan studinya di beberapa perguruan tinggi di sekitar Ponorogo dan Madiun. Adapun selebihnya adalah guru-guru baru yang murni melaksanakan  pengabdian pertamanya di almamaternya.

          Pada tahun ajaran ini,  jumlah guru KMI keseluruhan sebanyak 130 orang, terdiri dari 60 ustadz dan 70 ustadzah. Dari jumlah tersebut beberapa orang adalah guru tetap dan telah berkeluarga, sedangkan selebihnya  adalah guru-guru pengabdian. Secara kebersamaan kesatuan guru ini membantu pimpinan Pondok di lembaga-lembaga Pondok Pesantren Al-Iman yang ada,  seperti Yayasan Al-Iman (YPPI ), KMI, Pengasuhan Santri, Sekretariat Pondok, IKPI Pusat, dan Pembangunan.

SISWA KMI

Jumlah santri Al-Iman pada akhir tahun pelajaran 2018-2019 adalah 315santri putra dan 728 santri putri. Keadaan tersebut berbanding dengan keadaan guru yang ada yaitu 130 orang. Namun itu semua tidak mengurangi eksisitensi dan kapasitas kemampuan santri dalam menerima pelajaran dan peran aktif guru sebagai pendidik dan pengajar yang dicontoh dan ditiru.

DATA SISWA KMI PONDOK PESANTREN AL-IMAN PUTRA-PUTRI PONOROGO

Tahun pelajaran : 2018-2019

KelasJumlah Santri
Semester ISemester II
PutraPutriPutraPutri
I3817838169
II3511736113
III5714258142
IV13591559
I exp10691063
III exp17391530
V5311757115
VI5613556135
Jumlah279856285826

KEGIATAN SISWA KELAS ENAM

  • Mu’asykar, Ta’hil dan Taujih

Kegiatan ini dikhususkan untuk mempersiapkan siswa kelas VI  dalam menempuh berbagai ujian dan program akhir mereka. Dalam mu’asykar (karantina) kali ini, santri Putra  bertempat  di gedund Madain Ngambakan, sedang santri Putri di gedung Ar-Riyadh Babadan, dengan maksud agar pada masa-masa akhir mereka ini terjadi intensitas silaturahim diantara para santri akhir ini sehingga melahirkan ukhuwah yang kuat dan sinergi ta’awun (kerjasama) yang tinggi untuk menggapai prestasi ‘ubudy dan ‘ilmy (akademik).

          Pada masa ini pula segenap musyrif dan wali kelas VI bermufakat untuk terjun langsung dalam pendalaman materi (ta’hil) untuk materi ujian akhir KMI yang dianggap sulit, termasuk memberikan orientasi (taujih) kepada mereka tentang Cara belajar yang Efektif. Tak luput masa ini dimanfaatkan oleh kepala madrasah Aliyah Al-Iman untuk mempersiapkan siswa kelas 6 dalam menghadapi Ujian Nasional MA pada akhir Maret yang lalu.

  • Tarbiyah Amaliyah (Amaliyatu-t-tadris)

          Sebagai ladang persemaian guru, KMI tak pernah berhenti menyiapkan benih-benih berkualitas lewat progam unggulannuya yaitu tarbiyah‘amaliyah (praktek mengajar). Kegiatan inimemberikan pengertian kepada siswa kelasVI bahwa mengajar memerlukan persiapanyang baik dan matang dalam hal materi, metodologi, serta persiapan lahir dan batin agar mencapai tujuan pendidikan dan pengajaran yang ideal.

Masa pendadaran calon guru yang diadakan secara kontinyu dari tanggal 22 Desember s/d 22 Januari 2019 ini didahului dengan pendalaman teori tarbiyah serta pengarahan tarbiyah ‘amaliyah selama sepekan. Selanjutnya dimulailah praktek mengajar atau amaliyatu tadris selama lebih kurang dua minggu.

Untuk mengawali praktek amaliyah inidiadakanlah ’amaliyah perdanadan kritik pengajaran (naqd tadris) di gedung Firdausa pondok pesantren Al-ImanPutra pada tanggal 3 Januari 2019,  yang diikutiseluruh siswa kelas VI dan gurupondok pesantren Al-ImanPutra dan Putri. Sebagai guru amaliyah pertama telah dipercayakan tahun ini kepada Fahmi Qosim Muri dari Batam.

  • Ujian Nasional Aliyah Berbasis Komputer ( UNBK)

KMI selaku tenda besar dari seluruh pendidikan di pesantren Al-Iman juga ikut terlibat mensukseskan penyelenggaraan Ujian Nasional Aliyah yang diikuti siswa kelas enam.

Yaitu dengan memberi ruang waktu untuk mempersiapkannya selama satu bulan setengah lebih, Berlangsung dari tanggal 1-8 April 2018 dan Alhamdulillah hasil yang dicapai tahun ini cukup memuaskan, yakni tingkat kelulusan mencapai 100% dari jumlah peserta ujian nasional.

  • Imamah dan Dakwah Islamiyah

Program yang dilaksanakan tanggal 10-13 februari 2018 dan bertempat di kampus masing-masing, bertujuan untuk mempersiapkan Imam-imam yang shaleh dan shahih baik di rumah, musholla dan masjid secara baik dan benar. Adapun pembekalan Dakwah Islamiyah, mengetengahkan aspek-aspek dakwah, objek, media dakwah dan kecakapan da’i dalam penyampaian materi dakwah. Program diakhiri dengan penulisan i’dad (persiapan) khutbah/ceramah serta praktek ceramah di depan para peserta pelatihan.

Follow up dari daurah (pelatihan) ini berbentuk ujian Imamah dan praktek menjadi Imam di masjid, juga memberikan mau’izhoh hasanah di setiap fajar Jumat.

  • Tadribu Ad-Dirasah Al-Islamiyah fi Kutubi At-Turats

Tiada kata berhenti, program siswa KMI terus berlanjut dengan kegiatan yang mana menitikberatkan  pada pemahaman kitab-kitab klasik (kutubu at-turats) dan pembahasan masalah kontemporer yang sering terjadi di masyarakat. Dalam kegiatan ini, santri kelas Enam diajarkan dan diarahkan agar mampu membaca dan menelaah serta mengkaji kitab-kitab berbahasa Arab.

Tidak hanya itu saja, dalam program yang dilaksanakan 6 hari dari tanggal 4-9 Februari 2018,  mereka juga diajarkan bagaimana menyingkapi perbedaan pendapat dan mahzab dikalangan fuqoha dan bagaimana mengambil keputusan hukum (Istinbatul Ahkami) dalam pelbagai permasalahan  agama dan sosial kemasyarakatan.

  • Rihlah Iqtishodiyah (Economic Study Tour)

Program yang diadakan untuk membuka instink usaha (kasbu rizqi) yang halal di kalangan para santri akhir ini berlangsung satu minggu lebih. Kegiatan ini diawali dengan berbagai pengarahan, wacana dan diskusi oleh para nara sumber tentang kasa-kisi entrepreneurship  ( kewirausahaan) dan berakhir dengan kunjungan langsung ke tempat usaha kecil dan menengah baik dalam ataupun luar Ponorogo.

  • Khutbatul Wada’

Khutbatul Wada’atau khutbah perpisahan yang disusun dan ditulis dalam bahasa Arab mengandung  ungkapan rasa, salam perpisahan, kesan dan pesan para siswa kelas Enam kepada pesantren, pengasuh, guru dan ikhwan dan akhwatnya selama mereka belajar dan tinggal di dalamnya.  Khutbah ini dibacakan dihadapan Siswa Akhir KMI Putra dan Putri, dan Dewan guru, serta juga ikut menyimak PimpinanPondok dan Direktur/tris KMI. Khutbatul Wada berlangsung pada tanggal 22-23 Mei 2018.

  • Yudisium dan Pesan dan Nasehat

Masa ini adalah saat yang dinanti oleh seluruh santri-santriwati kelas VI, karena mereka akan mengetahui hasil akhir dari jerih payah, kesabaran, dan istiqomah mereka selama satu tahun terakhir. Melalui panggilan bertahap dan arahan serta nasehat para pengasuh Pondok, akhirnya mereka mengetahui pada derajat mana sesungguhnya mereka berada. 

Yudisium ini berdasarkan pada penilaian formal yaitu hasil ujian akhir KMI diakumulasikan dengan penilaian informal yaitu  akhlak budi-pekerti, dedikasi, loyalitas dan kepemimpinan selama bermukim di Pondok Pesantren Al-Iman. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan penugasan pengabdian di tempat-tempat khidmat yang telah ditentukan Pimpinan Pondok PesantrenAl-Iman.

Setelah Yudisium Kelulusan diselenggarakanlah malam Pesan dan Nasehat, yang diikuti oleh seluruh Siswa-siswi akhir KMI, segenap Dewan guru, beserta seluruh wali santri kelas Enam KMI. Pesan dan Nasehat ini disampaikan oleh Pengasuh Pondok, Ibu Hj. Siti Qomariyah,Hj. Ratna Dairaturrahma, S.Pd, M.Pd yang  membacakan nasehat Alm. KH. Mahfudz Hakiem (Pendiri Pondok Pesantren Al-Iman)dilanjutkan oleh Pimpinan Pondok Pesantren Al-Iman Putra dan Putri, Drs. KH. Imam Bajuri M.Pd.I  dan  Drs.KH. Achmad Zawawi.

  • Khataman / Haflatu Takhrij

Tepat pada tanggal 18 Mei 2019, diadakan Khataman atau Haflatu Takhriij siswa kelas VI, yang tahun ini diselenggarakan di lapangan Pondok Pesantren Al-Iman Putra Ngambakan. Momen berharga dan penting karenamerupakan acara terakhir siswa kelas enam sekaligus perpisahan dengan Pondok, Kyai, guru dan teman-teman serta adik kelas mereka.

           Acara yang berlangsung mulai pukul 15.30-24.00 WIB ini dimeriahkan dan diramaikan  dengan  berbagai penampilan serta pagelaran seni dan budaya yang ditampilkan oleh santriwan dan santriwati Pondok Pesantren Al-Iman. Adapun inti acara yaitu, prosesi wisuda siswa kelas Akhir KMI tahun 2018-2019 disertai pembacaan Ikrar Alumni, dan dilanjutkan sambutan Pimpinan Pondok Al-Iman Putra dan Putri sekaligus pelepasan para wisudawan wisudawati ke tempat perjuangannya masing-masing.

STRUKTUR STAFF KMI

PONDOK PESANTREN AL-IMAN PUTRA

NGAMBAKAN BANGUNREJO SUKOREJO PONOROGO

Tahun Pelajaran : 2018-2019

DIREKTUR                        : Ust. H. Iman Nur Hidayat

WAKIL DIREKTUR        : Ust. Sulaiman Jammin, S.Pd.I       

BAGIAN-BAGIAN KMI
Sekretaris :
Ust. Fiki Toharoh, S.Kom
Ust. Muhammad Alfian Ikhsan
Supervisi dan Kariri Guru
Ust. Sulaiman Jammin, S.Pd.I
Ust. Mujiono At-Taqie, S.Pd
Ust. Amal Zidan Al-Faruqi
Bendahara :
Ust. Luthfi Badrus Tsani
Pengajaran dan Kesiswaan
Ust. Mujahiddin, S.Ag.
Ust. Muhammad Muflih
Ust. Rahmat Cholis Hamdani
Ust. Muhammad Alfian Ikhsan  
Administrasi :
Ust. Ahmad Hifdzil Haq, S.Pd.I  (KMI)
Ust. Muhammad Muflih              (KMI)
Ust. Mujiono At-Taqie, S.Pd        (MA)
Ust. Fiki Toharoh, S.Kom            (MA)
Ust. Luthfi Badrus Tsani              (MA)
Ust. Ahmad Fauzi                        (MTs)
Ust. Amal Zidan Al-Faruqi          (MTs)
Pengembangan Silabus dan (Litbang)
Ust. Toyyib Lukman Muzakkir, S.H
Ust. Nur Kholis
Ust. Luthfi Badrus Tsani

SUSUNAN KEPENGURUSAN KMI

PONDOK PESANTREN AL IMAN PUTRI

BABADAN PONOROGO

Tahun Pelajaran : 2018-2019

DIREKTUR  : Usth. Hj. Saiyah Umma Taqwa

BAGIAN-BAGIAN KMI
Sekretaris
Usth. Zulaytifatul Islamuvida
Usth. Septina Nur Izzati
Bendahara
Usth. Rizqi Ummahatul M
PengajaranUsth. Uly Yusria
Usth. Elfi Anggari Putri
Usth. Wardana Haya
Usth. Asma’an Nabilah
Kesiswaan
Usth. Naura Wahidah
Usth. Zulaytifatul Islamuvida
Usth. Asma’an NabilahUsth. Rizqi Ummahatul
Usth. Septina Nur Izzati
Usth. Niah Susilawati
Usth. Ikha Zulaeha
Pengembangan Karir Guru
Ust. H. Fachry Hidayat, Lc
Ust. Zaenal Fathoni, S.Pd.I
Usth. Binti Wafiroh, S.Pd.I
Usth. Ratnawati, S.Ag
Usth. Ummi Churrotin Nafi’ah, S.Ag
Usth. Rizqi Ummahatul
Usth. Wardana Haya Fatin
Kurikulum dan Silabus
Ust. H. Fachry Hidayat, Lc
Usth. Rusyda Nafi’atul Laili, M.Pd
Usth. Siti Nur Fitria, S.Ag
Usth. Septina Nur Izzati
Perpustakaan
Ust. Drs. Abdul Munir
Usth. Ummi Churrotin Nafi’ah, S.Ag
Usth. Asma’an Nabilah
Supervisi Guru
Usth. Dra. Hj. Arini Ulfah Hidayatin, M.Pd.I
Usth. Dra. Hj. Ratna Dairaturrahmah, S.Pd, M.Pd.I
Ust. Ahmad Daroini, S.Pd.I
Ust. Zaenal Fathoni, S.Pd.I
Usth. Dyah Novita Candrasari, S.Pd.IUsth. Ummi Churrotin Nafi’ah, S.Ag
Usth. Uly Yusria
Sarana dan Prasarana
Ust. H. Edy Sujarwo, M.Pd.I
Ust. Ahmad Solihin, S.Pd.I
Ust. Raka Rodlia
Ust. Agung Prastyo

“Pada Prilaku Dan Peranaan Gurulah Sekolah Itu Akan Terlihat, Berkembangkah Ia Atas Statis”